Kencing Tuhan

Toko sudah sepi
Malam sudah sunyi
Banci di seberang baru mulai
Mereka bernyanyi lalu mengungsi
Muka mereka merengut wajahnya kini lelaki

Anak ini nakal sekali
Kepalanya masih tak bermahkota
Giginya masih banyak gigis
Dia meringis lalu tertawa
Aku miris lalu bertanya
Namanya tuhan katanya
Rumahnya penuh setan
Ia pergi tak pamit ibu
Ia ingin kencing
Aku menghardiknya
Lancang sekali ia kencing di mukaku
Ia pergi berlari sambil kencing
Ia pergi kencing sambil berlari

Malamnya masih sunyi
Tokonya sudah sepi
Bancinya kini berlari
Hujan sudah turun lagi

Aku berdiri tanpa mengerti
Hujan turun tak rapi
Mungkin tuhan baru belajar kencing.

0 komentar:

Posting Komentar