hatimu dicuri saja!

Ketika hendak memilih dimana hatimu akan kau letakkan, cobalah untuk tidak terjebak dan masuk dalam tipuan akal.
Ibaratkan hatimu sebagai milikmu yang paling berharga dan tentu saja sudah menjadi hal yang masuk akal untuk meyimpannya di tempat rahasia tersembunyi atau singkat kata di tempat teraman yang pernah ada.
Tentu saja tujuannya agar kita merasa nyaman.
Sangat mudah dan biasa untuk meletakkannya di tempat-tempat seperti itu, tapi sangat mudah pula untuk dicuri.
Cobalah untuk meletakkannya di tempat-tempat yang berbahaya, karena pencurinya pasti akan sangat kesusahan dan kalaupun tercuri maka pencuri itulah pasti pemilik hatimu yang paling berhak.
Meletakkan hati mungkin sama seperti bergantung pada dahan kecil yang rapuh, menyeramkan memang, tapi untuk beberapa hal itu bisa sangat menarik.
Dengan segala sensasi unik ketika kamu bergantung, lalu merasakan hembusan angin, sepoi yang nikmat atau dalam kasus lain badai yang mengombang ambingkan, tidak pasti, kadang nikmat tapi sering juga sesat.
Sensasi lain seperti mendengarkan dan merasakan setiap bunyi retakan dahan yang kian melemah dan terkelupas perlahan sampai pangkal terakhir, mengerikan tentu.
Pastilah jantungmu berdetak semakin cepat dan darahmu berdesir semakin kencang seakan-akan hendak meledak dari tiap ujung pembuluhnya.
Kemudian jatuh, ya, jatuh menuju dataran yang jahat dan keras yang selalu jadi alasan kenapa kita takut.
Hal itu takkan terjadi kalau kamu memilih untuk berdiri di tepian yang aman.
Bergantunglah! Pada dahan yang rapuh. Letakkan hatimu pada segala bahaya.
Agar teruji siapa kamu dan siapa yang berhak atas hatimu.

0 komentar:

Posting Komentar