Awan gelap di pagi dini membujuk bulan untuk mesum
Manusia tak sedang melihat indah langit.
Sudah terbenam dalam selimut dan menggigil dingin.
“Tak perlu malu untuk mau” katanya
Angin merasa jijik, lari bertiup dingin dan menggerutu ribut
“Kita benda dan ukuran keindahan, tak pantas untuk berkhianat pada hakikat kita”
Makhluk langit lupa padaku
Pada aku yang mencintai kejanggalan mereka.
“Wahai manusia aneh!”
“Mengapa kau tidak jadi biasa dan mulai bertindak normal”
Nelangsa kala kau tidak juga mampu mengajak jiwa untuk berkompromi dengan ingin
Kala kau tak mampu mengajak tubuh untuk berdamai dengan lelah
Aku mengantuk dan aku ingin tidur
Aku ingin berbaring dan terpejam tenang
Seperti batang yang tergeletak setelah seharian dilempar-lempar untuk mainan anjing
Aku mengantuk dan aku ingin tidur
Aku akan merapal kembali segala langkah menuju tidur
Aku senang rupanya aku menang
Aku akan tidur
Aku mesum dengan selimut
Dengan guling
Dengan kamu
Dalam mimpi