biar saja

Kita mengawali semua ini dengan kebosanan. Masih kuingat jelas wajahmu yang mengantuk dengan rona merah di wajahmu. Aku pun wajarnya mengantuk, tak banyak yang bisa kita rasakan waktu itu. Rupanya perlu waktu juga bagiku untuk menyukaimu. Selama ini kupikir pelana kuda itu penting dan tali pengekang juga. Tapi anak kecil itu lucu ketika dia berlari sendiri. Biar saja orang tuanya lari mengejar-ngejar.

0 komentar:

Posting Komentar