di kursi goyang.

rindu memancar lembut lewat tatap
ada bingkai cerita di lembaran untuk dikenang
melewati masa kulit itu lelah
berlabuh tubuh di ayunan tua
memancar senyum yang selalu mesra
teringat sosok yang menjadikan pujangga ini
mengerucut bibir melepas nada angin
lagu cinta era mono
kenangan pasar malam di kota itu
kini berlari memutar diri seiring lagu di radio
mimpi indah, sayang
ini lagu kita.